Tampilkan postingan dengan label Wacana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wacana. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Oktober 2011

Eksposisi

Wacana Eksposisi
Tujuan : Memberikan informasi atau menjelaskan sesuatu (peristiwa, proses)
Ciri-ciri : berupa petunjuk
Contoh :
Proses pembelajaran di SMA Negeri 1 Turen dilaksanakan dengan sistem paket berdasarkan KTSP yang telah disahkan oleh Dinas Pendidikan. Dalam sistem ini banyak terdapat variasi bentuk pembelajaran yang menjadikan para pembelajar merasa senang dalam belajar. Dalam kegiatan pembelajarannya KTSP SMAN 1 Turen melaksanakan teknik kelas berjalan (moving class). Dengan sistem ini siswa benar-benar bisa merasakan sesuatu yang menyegarkan ketika harus berpindah kelas. Lepas dari kepenatan belajar Kimia berjalan menuju kelas Membatik menjadi sesuatu yang menyenangkan. Tetapi di balik hal tersebut terdapat pula unsur negatifnya. Di antara unsur negatif tersebut adalah banyak siswa yang memanfaatkan waktu perpindahan kelas dengan melakukan hal-hal yang merugikan seperti menyempatkan diri bertemu sang do’i, ke kantin, dll.

Persuasi

Wacana Persuasi
Tujuan : Mengajak pembaca melakukan sesuatu sebagaimana yang dihendaki oleh penulis (mempengaruhi psikologis pembaca)
Ciri-ciri : Terdapat kalimat ajakan/kalimat persuasif yang disertai dengan sesuatu yang bisa meyakinkan.
Contoh :
Pendidikan tinggi dewasa ini dipandang sangat tidak relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Banyak biaya dikeluarkan untuk menyelesaikan satu jenjang pendidikan tinggi. Tetapi yang terjadi setelah lulus, justru sulit mendapatkan pekerjaan, bahkan menjadi pengangguran untuk waktu yang lama. Menyikapi hal tersebut tidak salah jika masyarakat di daerah pedesaan lebih cenderung mengirimkan anaknya ke luar negeri untuk bekerja daripada mengirimkan anak-anaknya ke perguruan tinggi. Dengan demikian jika kita pikir lebih dalam, untuk apa kita belajar sampai ke perguruan tinggi? Jika hanya untuk menjadi seorang pengangguran intelektual yang tidak berderajat.

Argumentasi

Wacana Argumentasi
Tujuan : Agar pembaca menjadi yakin/percaya terhadap apa yang disampaikan oleh penulis.
Ciri-ciri : Merupakan pendapat atau opini penulis yang diperkuat dengan bukti atau fakta (bisa berupa data statistik atau kalimat referensi).
Contoh:
Kedisiplinan merupakan faktor mutlak penentu keberhasilan seseorang dalam meraih cita-cita yang telah dicanangkannya. Tanpa kedisiplinan dapat dipastikan tidak akan terjadi sebuah bentuk keberhasilan yang nyata. Salah satu faktor atau indikator bahwa seseorang memiliki kedisiplinan adalah tidak pernah mengalami keterlambatan dalam berbagai hal. Jika hal itu sudah bisa dilaksanakan, sangat mungkin seseorang akan dapat meraih cita-citanya. Banyak ahli psikologi yang mengatakan bahwa disiplin adalah kunci keberhasilan.
Tingkat kedisiplinan remaja dan pelajar dewasa ini, dapat dikatakan sangat memprihatinkan. Hal ini dapat diketahui dari tingkat keberhasilan siswa dalam menempuh pendidikannya yang hanya mencapai tingkat cukup memprihatinkan. Berdasarkan hal ini terdapat sebuah konsep yang menyebutkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tingkat kedisiplinan dengan keberhasilan remaja dan pelajar. Semakin tinggi tingkat kedisiplinan dapat dikatakan semakin tinggi pula kemungkinan tingkat keberhasilan mereka. Prof. Wahab Sudiro Husodo (1990: 23) mengatakan bahwa keberhasilan pelajar sangat ditentukan oleh kedisiplinannya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa disiplin adalah kunci keberhasilan.

Daftar Pustaka
Husodo, Wahab Sudiro. 1990. Pengaruh Disiplin Tertib. Jakarta: Gramedia.

Como Baixar