Kategori kata dalam bahasa Indonesia merupakan salah satu materi kebahasaan yang harus dikuasai oleh seorang pembelajar bahasa. Banyak buku dan sumber yang bisa kita jadikan sebagai bahan belajar mengenai kategori kata ini. Nah untuk menghemat waktu, pada tautan berikut kita bisa mencermati kategori kata dalam babahasa Indonesia yang sudah merupakan ringkasan dari berbagai sumber.
Perubahan yang demikian cepat dan dramatis kadang membuat sebagian dari kita merasa tertinggal sangat jauh. Maka informasi dan komunikasi menjadi jawaban yang sangat tepat untuk mengatasi semua permasalahan tersebut. Bagaimanapun kita tidak mungkin bisa mengingkari setiap perubahan yang terjadi. Ayo semangat untuk ikut menjadi agen perubahan yang membawa kebaikan generasi penerus Indonesia Emas
Senin, 17 Agustus 2020
Jumat, 19 Juli 2019
Bedah Soal
BEDAH SOAL UN BIN 2017/2018
Silakan download di sini
https://drive.google.com/file/d/1Soxyo_vrDI3puHxxVC56R0e-615qScdd/view?usp=sharing
Silakan download di sini
https://drive.google.com/file/d/1Soxyo_vrDI3puHxxVC56R0e-615qScdd/view?usp=sharing
Rabu, 21 November 2018
Memaksimalkan Pembelajaran Menulis dengan WhatsApp
![]() |
| Add caption |
Dalam dunia pendidikan, perkembangan
teknologi informasi tidak bisa dihindari. Semua civitas akademika di sebuah
lembaga pendidikan harus mampu mengikuti perkembangan tersebut. Ketika
kehadiran media sosial seakan menjadi penghalang bagi kita, maka bisa dipastikan
perkembangan teknologi tersebut justru akan menjadi bumerang dalam proses
pembelajaran. Sebenarnya jika dicermati dan dikaji dengan cermat banyak materi atau Kompetensi Dasar
yang bisa disampaikan dalam pembelajaran mempergunakan fasilitas teknologi
informasi. Hanya saja yang lebih sering terjadi adalah kegamangan kita untuk
mempergunakannya. Seandainya semua pembelajaran bisa disampaikan secara lebih
kekinian dan mempergunakan teknologi informasi dapat dipastikan akan terjadi
pengondisian belajar yang berbeda dengan model-model yang konvensional.
Memang banyak hal yang harus
dipersiapkan ketika harus melaksanaan proses pembelajaran dengan mempergunakan
fasilitas teknologi informasi. Berbagai fasilitas yang mendukung pembelajaran
berbasis teknologi informasi harus disiapkan sesuai dengan kebutuhan dan
spesifikasinya. Memang pada tahap awal diperlukan persiapan yang cukup detail,
namun untuk tahap selanjutnya kemudahan dan kekinian akan menjadi dampak
pengiring yang positif dalam proses pembelajaran berbasis teknologi
(e-learning).
Pembelajaran berbasis teknologi
(e-learning) memang bukan lagi merupakan hal baru, hampir semua civitas
pendidikan mengenal dan bahkan memanfaatkan teknologi pembelajaran modern
tersebut. Berbagai model pembelajaran e-learning yang ditawarkan seperti
edmodo, quiper scholl, dll. memang memberikan fasilitas yang menarik dan
menjanjikan. Banyak aplikasi yang diberikan secara gratis dengan berbagai
fasilitasnya, ada pula aplikasi berbayar yang memiliki fitur-fitur lebih
lengkap dan menjanjikan pembelajaran kekinian. Namun tentu saja hal paling
penting yang harus diperhatikan adalah bagaimana memanajemennya (mempersiapkan,
mempergunakan dalam pembelajaran, dan mempergunakannya sebagai alat evaluasi).
Salah satu aplikasi sosial media
berbasis android adalah WhatsApp yang
dipergunakan hampir oleh semua orang termasuk di dalamnya adalah di lingkungan
pendidikan. Hampir tidak ada guru dan peserta didik di Sekolah Menengah Atas
yang tidak mengenal dan mempergunakan aplikasi ini. Dengan aplikasi tidak ada
lagi hambatan jarak dan batas waktu yang menhalangi komunikasi antarindividu.
Kehadiran aplikasi WhatsApp ini
benar-benar menjadikan setiap orang semakin invidualis dan tergantung pada
gadget mereka. Kondisi ini tentu saja berdampak secara fisik dan psikis para
penggunanya. Dan siapapun tahu bahwa pelajar adalah salah satu pengguna dengan
jumlah yang mungkin paling besar. Maka bisa diprediksi bagaimana dampak
buruknya jika penggunaan android tidak dipantau dengan bijak oleh pihak
sekolah. Pemantauan yang bijak adalah dengan cara memanfaatkan fasilitas
tersebut dalam pembelajaran.
Pemanfaatan WhatsApp dalam pembelajaran merupakan salah satu hal yang bisa
dilakukan sebagai salah satu langkah pemantauan dan pengawasan secara bijak.
Dengan demikian kita tidak memisahkan peserta didik dari gadget mereka, justru
mempergunakan gadget dalam pembelajaran. Pembelajaran mata pelajaran Bahasa
Indonesia memiliki peluang yang sangat luas untuk mempergunakan aplikasi
berbasis android ini. Dalam artikel ini diuraikan secara teknis bagaimana WhatsApp dipergunakan sebagai media
dalam pembelajaran menulis paragraf.
Selasa, 29 April 2014
Mencari Jati Diri
Masihkah Kita Mencari Jati Diri?
oleh: Agus
Harianto, M.Pd.
Hilangnya
ideologi dan menurunnya pemahaman
kebangsaan dirasakan sebagai suatu bentuk kepincangan sosial budaya yang sudah
demikian parah mengakar dalam sendi-sendi kehidupan di negeri ini. Berbagai
bentuk penyimpangan sosial dan budaya telah mendominasi segala aspek
perikehidupan kita. Parahnya hal ini justru tidak kita rasakan sebagai suatu
hal yang mengkhawatirkan, malah kita anggap sebagai suatu bentuk kewajaran yang
memang sudah seharusnya terjadi. Hal ini merupakan sebuah sistem sosial yang
pada akhirnya menjadi sebuah standar budaya yang harus dianut oleh semua orang.
Sementara itu
dalam bentuk yang tidak bisa dideteksi oleh ilmu pengetahuan yang paling
canggih sekalipun, sebenarnya telah terjadi suatu bentuk penyimpangan sosial
yang telah mencapai stadium kritis. Kondisi ini benar-benar menjadikan sebagian
besar dari para pemerhati sosial dan budaya yang memiliki kepedulian merasa
sangat gerah tetapi tanpa bisa berbuat sesuatu yang berarti.
Paradigma Konservatif dan Perubahan Global
Membongkar Paradigma Konservatif dengan Perubahan Global
oleh: Agus Harianto, M.Pd.
Kehidupan di dunia yang serba tidak menentu ini memerlukan
kemampuan untuk menentukan garis lurus agar bisa tertata dan terjamin dari
tercapainya tujuan hidup ini. Jaminan tercapainya tujuan hidup tentu saja tidak
akan pernah bisa dipegang jika kita tidak pernah berusaha keras mengendalikannyanya.
Siapa sebenarnya yang harus dikendalikan? Tentu saja adalah diri kita sebagai
makhluk individu sekaligus makhluk sosial ini. Segala keterbasan yang kita
miliki sebagai manusia akan dengan mudah menyeret kita dan terjerumus pada
kesesatan dalam kehidupan dunia yang sangat fana ini. Menghadapi segala macam
bentuk tersebut manusia memerlukan aturan atau norma agar hidup ini menjadi
jauh lebih tertata dan dapat dilihat sebagai bentuk yang manusiawi.
Keadaan yang tidak tertata dalam segala bentuk akan membawa dampak
fisik maupun moral yang sangat tidak menyenangkan. Bentuk-bentuk
ketidakteraturan dalam sebuah pola tidak akan pernah bisa dihentikan dan akan
terus berjalan sampai ada sebuah sistem baru yang mampu menggungguli keberadaan
sistem sebelumnya. Menggungguli sistem sebelumnya berarti membongkar sebuah
bentuk pembiasaan lama menjadi pembiasaan baru. Pembongkaran pembiasaan inilah
yang sangat sulit dilakukan. Sebagai sebuah contoh jika kita runut sejarah
perkembangan negara kita, betapa sulitnya kita membongkar orde lama menjadi
orde baru. Diperlukan waktu yang panjang untuk melakukan semua sinkronisasi.
Namun demikian tetap bisa terjadi perubahan yang diinginkan.
Langganan:
Postingan (Atom)

