Senin, 17 Agustus 2020

Kategori Kata dalam Bahasa Indonesia

Kategori Kata


Kategori kata dalam bahasa Indonesia merupakan salah satu materi kebahasaan yang harus dikuasai oleh seorang pembelajar bahasa. Banyak buku dan sumber yang bisa kita jadikan sebagai bahan belajar mengenai kategori kata ini. Nah untuk menghemat waktu, pada tautan berikut kita bisa mencermati kategori kata dalam babahasa Indonesia yang sudah merupakan ringkasan dari berbagai sumber. 

https://bit.ly/kategori_kata

Rabu, 21 November 2018

Memaksimalkan Pembelajaran Menulis dengan WhatsApp


Add caption
Pesatnya perkembangan teknologi informasi hampir tidak dapat diikuti dengan detail. Banyak fitur yang belum bisa dimanfaatkan dengan baik sesuai dengan tujuan utama dari aplikasi teknologi informasi tersebut. Untuk bisa mengikuti perkembangan kekinian, tentu saja kita harus  aktif dan terlibat secara langsung sebagai pengguna (user).  Dalam perkembangannya banyak orang yang benar-benar menjadi budak dari alat-alat media sosial yang perkembangannya seakan tidak bisa diprediksi dan diikuti. Demikian cepat perkembangan tersebut sehingga tidak semua bisa dimanfaatkan dengan baik. Sebagai sebuah contoh adalah bagaimana perkembangan HP android yang tidak dalam hitungan tahun, namun bahkan bisa terjadi dalam hitungan bulan sudah mulai lahir generasi terbarunya.
Dalam dunia pendidikan, perkembangan teknologi informasi tidak bisa dihindari. Semua civitas akademika di sebuah lembaga pendidikan harus mampu mengikuti perkembangan tersebut. Ketika kehadiran media sosial seakan menjadi penghalang bagi kita, maka bisa dipastikan perkembangan teknologi tersebut justru akan menjadi bumerang dalam proses pembelajaran. Sebenarnya jika dicermati dan dikaji dengan  cermat banyak materi atau Kompetensi Dasar yang bisa disampaikan dalam pembelajaran mempergunakan fasilitas teknologi informasi. Hanya saja yang lebih sering terjadi adalah kegamangan kita untuk mempergunakannya. Seandainya semua pembelajaran bisa disampaikan secara lebih kekinian dan mempergunakan teknologi informasi dapat dipastikan akan terjadi pengondisian belajar yang berbeda dengan model-model yang konvensional.
Memang banyak hal yang harus dipersiapkan ketika harus melaksanaan proses pembelajaran dengan mempergunakan fasilitas teknologi informasi. Berbagai fasilitas yang mendukung pembelajaran berbasis teknologi informasi harus disiapkan sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasinya. Memang pada tahap awal diperlukan persiapan yang cukup detail, namun untuk tahap selanjutnya kemudahan dan kekinian akan menjadi dampak pengiring yang positif dalam proses pembelajaran berbasis teknologi (e-learning).
Pembelajaran berbasis teknologi (e-learning) memang bukan lagi merupakan hal baru, hampir semua civitas pendidikan mengenal dan bahkan memanfaatkan teknologi pembelajaran modern tersebut. Berbagai model pembelajaran e-learning yang ditawarkan seperti edmodo, quiper scholl, dll. memang memberikan fasilitas yang menarik dan menjanjikan. Banyak aplikasi yang diberikan secara gratis dengan berbagai fasilitasnya, ada pula aplikasi berbayar yang memiliki fitur-fitur lebih lengkap dan menjanjikan pembelajaran kekinian. Namun tentu saja hal paling penting yang harus diperhatikan adalah bagaimana memanajemennya (mempersiapkan, mempergunakan dalam pembelajaran, dan mempergunakannya sebagai alat evaluasi).
Salah satu aplikasi sosial media berbasis android adalah WhatsApp yang dipergunakan hampir oleh semua orang termasuk di dalamnya adalah di lingkungan pendidikan. Hampir tidak ada guru dan peserta didik di Sekolah Menengah Atas yang tidak mengenal dan mempergunakan aplikasi ini. Dengan aplikasi tidak ada lagi hambatan jarak dan batas waktu yang menhalangi komunikasi antarindividu. Kehadiran aplikasi WhatsApp ini benar-benar menjadikan setiap orang semakin invidualis dan tergantung pada gadget mereka. Kondisi ini tentu saja berdampak secara fisik dan psikis para penggunanya. Dan siapapun tahu bahwa pelajar adalah salah satu pengguna dengan jumlah yang mungkin paling besar. Maka bisa diprediksi bagaimana dampak buruknya jika penggunaan android tidak dipantau dengan bijak oleh pihak sekolah. Pemantauan yang bijak adalah dengan cara memanfaatkan fasilitas tersebut dalam pembelajaran.
Pemanfaatan WhatsApp dalam pembelajaran merupakan salah satu hal yang bisa dilakukan sebagai salah satu langkah pemantauan dan pengawasan secara bijak. Dengan demikian kita tidak memisahkan peserta didik dari gadget mereka, justru mempergunakan gadget dalam pembelajaran. Pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia memiliki peluang yang sangat luas untuk mempergunakan aplikasi berbasis android ini. Dalam artikel ini diuraikan secara teknis bagaimana WhatsApp dipergunakan sebagai media dalam pembelajaran menulis paragraf.

Selasa, 29 April 2014

Mencari Jati Diri



Masihkah Kita Mencari Jati Diri?
oleh: Agus Harianto, M.Pd.


Hilangnya ideologi dan menurunnya  pemahaman kebangsaan dirasakan sebagai suatu bentuk kepincangan sosial budaya yang sudah demikian parah mengakar dalam sendi-sendi kehidupan di negeri ini. Berbagai bentuk penyimpangan sosial dan budaya telah mendominasi segala aspek perikehidupan kita. Parahnya hal ini justru tidak kita rasakan sebagai suatu hal yang mengkhawatirkan, malah kita anggap sebagai suatu bentuk kewajaran yang memang sudah seharusnya terjadi. Hal ini merupakan sebuah sistem sosial yang pada akhirnya menjadi sebuah standar budaya yang harus dianut oleh semua orang.
Sementara itu dalam bentuk yang tidak bisa dideteksi oleh ilmu pengetahuan yang paling canggih sekalipun, sebenarnya telah terjadi suatu bentuk penyimpangan sosial yang telah mencapai stadium kritis. Kondisi ini benar-benar menjadikan sebagian besar dari para pemerhati sosial dan budaya yang memiliki kepedulian merasa sangat gerah tetapi tanpa bisa berbuat sesuatu yang berarti.
Dalam beberapa dekade belakang ini kita disibukkan dengan upaya untuk memerangi pengaruh budaya asing yang merusak sendi-sendi kebudayaan di negeri ini. Secara formal banyak sekali seminar, simposim, diskusi-diskusi ilmiah digelar untuk membicarakan hal ini. Betapa kita tahu dengan sebenar-benarnya kondisi negeri ini. Budaya formalitas dan legalitas menjadi nomor satu, bahkan sudah dianggap sebagai sebuah bentuk solusi dari masalah berjenis apapun. Semangat berdebat dan berdiskusi, sangat luar biasa dalam sebuah forum ilmiah. Pola argumentasi macam apapun harus diupayakan dalam berdebat tersebut. Namun, sangat disayangkan jika semua hanya terbatas pada kajian teori yang jauh dari kondis nyata.

Paradigma Konservatif dan Perubahan Global



Membongkar Paradigma Konservatif dengan Perubahan Global
oleh: Agus Harianto, M.Pd.

Kehidupan di dunia yang serba tidak menentu ini memerlukan kemampuan untuk menentukan garis lurus agar bisa tertata dan terjamin dari tercapainya tujuan hidup ini. Jaminan tercapainya tujuan hidup tentu saja tidak akan pernah bisa dipegang jika kita tidak pernah berusaha keras mengendalikannyanya. Siapa sebenarnya yang harus dikendalikan? Tentu saja adalah diri kita sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial ini. Segala keterbasan yang kita miliki sebagai manusia akan dengan mudah menyeret kita dan terjerumus pada kesesatan dalam kehidupan dunia yang sangat fana ini. Menghadapi segala macam bentuk tersebut manusia memerlukan aturan atau norma agar hidup ini menjadi jauh lebih tertata dan dapat dilihat sebagai bentuk yang manusiawi.
Keadaan yang tidak tertata dalam segala bentuk akan membawa dampak fisik maupun moral yang sangat tidak menyenangkan. Bentuk-bentuk ketidakteraturan dalam sebuah pola tidak akan pernah bisa dihentikan dan akan terus berjalan sampai ada sebuah sistem baru yang mampu menggungguli keberadaan sistem sebelumnya. Menggungguli sistem sebelumnya berarti membongkar sebuah bentuk pembiasaan lama menjadi pembiasaan baru. Pembongkaran pembiasaan inilah yang sangat sulit dilakukan. Sebagai sebuah contoh jika kita runut sejarah perkembangan negara kita, betapa sulitnya kita membongkar orde lama menjadi orde baru. Diperlukan waktu yang panjang untuk melakukan semua sinkronisasi. Namun demikian tetap bisa terjadi perubahan yang diinginkan.

Como Baixar