Banyak sekali model pembelajaran yang dapat dipilih dalam pembelajaran bahasa. Dari sekian banyak model pembelajaran menarik yang ditawarkan metode diskusi kelompok merupakan satu di antara sekian model yang sangat menguntungkan dalam pembelajaran bahasa. Model pembelajaran dengan menerapkan diskusi kelompok ini ternyata lebih efektif dan efisien dalam proses kognitif dan keterampilan berbicara dalam belajar bahasa di berbagai tingkat. Selain itu model diskusi kelompok berlaku secara umum. Artinya, sebagian dari model-model itu dapat dipakai dalam rangka proses pembelajaran dengan menyesuaikannya terhadap konteks pembelajaran, dan sebagian dapat dipakai dalam rangka pertemuan di luar proses pendidikan formal. Khusus untuk suasana pendidikan formal yang menitikberatkan pada proses pembelajaran.
Kekuatan dan keuntungan model diskusi kelompok dalam pembelajaran bahasa di tingkat menengah dapat disampaikan sebagai berikut.
1. Sesuai dengan hakikat belajar bahasa. Berbahasa adalah berbicara. Orang yang pandai berbahasa artinya orang yang pandai berbicara. Pandai menulis, membaca, dan menyimak tidak biasa disebut pandai berbahasa.
2. Pelatihan berdiskusi dalam pembelajaran bahasa dimulai dengan membaca sumber bahan yang akan didiskusikan, menulis yang diperlukan sebagai catatan untuk dibicarakan, bahkan menulis teks bahan berbicara.
3. Dalam proses diskusi setiap peserta berperan juga sebagai pendengar bahkan penyimak. Sambil berbicara pembicara dalam diskusi perlu penyimak respons pendengar lain. Artinya seorang pembicara yang baik seharusnya juga pandai menyimak. Oleh karena itu model diskusi kelompok merupakan pembelajaran bahasa terintegratif.
4. Aspek pendidikan nilai dalam diskusi kelompok dapat dikembangkan. Berbicara dengan kontrol diri. Pembicara perlu menahan diri bila aspek emosi terusik. Pembicara perlu menahan diri untuk tidak melakukan monopoli bicara. Pembicara perlu memperhatikan kasantunan bicara. Penyimak perlu bersabar memperhatikan pembicaraan peserta diskusi lain. Penyimak terus menerus berpikir untuk menyaring informasi yang manarik perhatiannya, yang penting, yang relevan dengan kebutuhannya. Kemahiran berpikir penyimak dikembangkan, kareka penyimak mencoba mela-kukan analisis: menghubungkan, membandingkan, membedakan, memilah, memilih, mencocokan dengan pengetahuan yang telah dimilikinya.
5. Pembicara yang baik adalah pembicara yang pandai mendengarkan, menghargai pemikiran dan pendapat penutur lain, sikap toleran bila ada pendapat atau pemikiran yang tidak sesuai dengan pemikirannya sendiri.
6. Nilai didik yang dapat dikembangkan melalui model diskusi kelompok itu adalah kesantunan, toleransi, demokratis, menghargai pendapat orang lain, terlaihnya kemampuan menahan diri, meningkatnya kecerdasan, dan terlatihnya pembelajaran bahasa yang terintegratif.
Berdasarkan uraian di atas sangat tepat jika model pembelajaran dengan penerapan metode diskusi kelompok meruapakan dijadikan alternatif pilihan utama dalam pembelajaran bahasa.
Diluar luar hal tersebut tentu saja tidak bisa dipungkiri bahwa setiap jenis model pembelajaran dengan metode-metode tertentu sangat mungkin mengandung beberapa titik kelemahan. Demikian juga dengan metode diskusi kelompok yang akan sangat efektif jika diterapkan dalam kondisi sebagian besar siswa dalam kelompok tersebut mempunyai keterampilan berbicara yang memadai, dalam arti mempunyai kemampuan untuk berdebat. Pembelajaran akan berjalan dengan tertata sesuai dengan skenario pembelajaran yang dirancang guru jika penguasaan keterampilan berbicara dan kematangan psikis (mental) pembelajaran sangat bagus. Tetapi model pembelajaran ini justru akan menjadi bumerang bagi guru jika kondisi kelas tidak mendukung. Kondisi yang tidak mendukung ini memang tidak hanya terjadi karena tingkat keterampilan berbicara para pembelajar yang rendah teteapi bisa pula disebabkan oleh hal lain di luar diri pembelajar, di antaranya adalah bagaimana penguasaan pembelajar atau peserta diskusi terhadap materi yang sedang didiskusikan. Dalam hal ini ketersediaan bahan diskusi menjadi faktor utama penentu keberhasilan pembelajaran yang mempergunakan model pembelejaran dengan metode diskusi kelompok.
Beberapa hal lain yang merupakan kelemahan dari metode diskusi kelompok adalah sebagaimana diuraiakan di bawah ini.
1. Sering terjadi pembicaraan dalam diskusi dikuasai oleh dua atau tiga orang siswa yang memiliki keterampilan berbicara sangat bagus, sehingga siswa yang lain sangat pasif.
2. Kadang pembahasan dalam diskusi menjadi meluas, sehingga kesimpulan menjadi kabur.
3. Memerlukan waktu yang cukup panjang, yang kadang-kadang tidak sesuai dengan yang direncanakan.
4. Dalam diskusi sering terjadi perbedaan pendapat yang bersifat emosional yang tidak terkontrol. Akibatnya, ada pihak yang merasa tersinggung, sehingga dapat mengganggu iklim pembelajaran yang sehat di kelas.
Lepas dari kelemahan dan kelabihan di atas yang jelas model pembelajaran dengan menerapkan metode diskusi kelompok dapat dikatakan merupakan salaha satu alternatif pilihan metode pembelajaran yang bisa direferensikan dalam pembelajaran bahasa.
Perubahan yang demikian cepat dan dramatis kadang membuat sebagian dari kita merasa tertinggal sangat jauh. Maka informasi dan komunikasi menjadi jawaban yang sangat tepat untuk mengatasi semua permasalahan tersebut. Bagaimanapun kita tidak mungkin bisa mengingkari setiap perubahan yang terjadi. Ayo semangat untuk ikut menjadi agen perubahan yang membawa kebaikan generasi penerus Indonesia Emas
Jumat, 10 Agustus 2012
Selasa, 15 Mei 2012
Polemik Berbahasa dalam Tindak Komunikasi Lisan
Rabu, 15 Februari 2012
Antara Matahari Rembulan dan Laut
Kapankah matahari akan memeluk rembulan...
Di manakah rembulan tersenyum pada matahari...
Mengapa matahari menjadi salju ketika rembuan tersenyum...
Bagaimana laut sat melihat matahari mencium
rembulan...
Ketika rembulan tersenyum pada matahari,
matahari hanya dapat menatap dari cakrawala...
Sementara laut menyimpulkan kemenangan
Kadang matahari bimbang dengan panasnya
Masihkah bulan memantulkan cahayanya ke laut?
Kadang matahati menyesal dengan kuasanya
Mengapa harus dia bakar laut untuk menjadi hujan
Kadang rembulan pun pudar senyumnya
Dalam gemerlap matahari
Di manakah rembulan tersenyum pada matahari...
Mengapa matahari menjadi salju ketika rembuan tersenyum...
Bagaimana laut sat melihat matahari mencium
rembulan...
Ketika rembulan tersenyum pada matahari,
matahari hanya dapat menatap dari cakrawala...
Sementara laut menyimpulkan kemenangan
Kadang matahari bimbang dengan panasnya
Masihkah bulan memantulkan cahayanya ke laut?
Kadang matahati menyesal dengan kuasanya
Mengapa harus dia bakar laut untuk menjadi hujan
Kadang rembulan pun pudar senyumnya
Dalam gemerlap matahari
Esai Sastra
FATAMORGANA CINTA
Ulasan cerpen Misi Kuping Oranye karya Rosandra
Oleh: Agus Harianto, M.Pd.
Pengalaman masa silam yang membentuk kepribadian seseorang kadang merupakan sebuah bentuk fatamorgana yang sulit sekali dihilangkan. Berbagai bentuk kenangan menyatu, tumpang tindih dengan permasalahan-permasalahan yang sangat kompleks menjadikan sulit sekali untuk memetakan fatamorgana tersebut. Dampak dari hal tersebut adalah betapa susah mewujudkan kembali fatamorgana menjadi sesuatu yang lebih realis dan lebih hidup. Apa yang kita rasakan pada masa silam kadang merupakan bentukan dari butir-butir cinta yang kian menghijau. Bisa saja di tengah perjalanan menjadi menguning dan tidak pernah membulirkan butir-butir realita dari cinta tersebut.
Misi Kuping Oranye yang ditulis dengan gaya realis dan sederhana cenderung membawa kita pada pengalaman diri sendiri di masa lampau. Gaya bahasa yang menarik, penuturan yang bersifat apa adanya dapat memicu kesemangatan untuk terus menkmati kepenasaran kita terhadap alur ceritanya. Memang terdapat beberapa gaya bahasa yang memerlukan eksploitasi otak kanan kita. Tetapi secara umum pengarang ingin mengajak kita pada kesederhanaan bercerita atau mungkin bercinta.
Lantas apa yang ingin disampaikan secara tersirat dalam kisah ini? Sudah pasti dan dengan mudah bisa kita tebak adalah kata “cinta”. Rosandra menyatakan betapa cinta itu adalah sebuah bentuk cita-cita. Untuk menggapainya diperlukan perjuangan yang serius. Tidak mungkin cita-cita tersebut bisa kita raih tanpa mengorbankan banyak hal. Tokoh utama sebagai simbol pengejawantahan perjuanngan bebar-benar total dalam memperjuangkan semuanya. Sebuah misi yang dia beri nama Misi Kuping Oranye ditatanya dengan perhitungan yang matang. Alhasil...dia tidak peduli dengan hasil akhirnya.
Apakah hal ini merupakan ekspresi gaya hidup yang memang harus senantiasa disesuaikan dengan tuntutan zaman? Tentu saja hal tersebut sangat bergantung pada kondisi psikologis tokoh atau justru pembaca. Kemudian apakah bisa kita kembalikan pada diri kita masing-masing sebagai unsur pengembangan kepribadian manusia? Berdasarkan hal itu sangat mungkin kita bisa melakukan negosiasi dengan diri sendiri bahwa masa lalu itu membentuk diri kita sendiri atau tidak. Ataukah masa lalu itu tidak memberikan konstribusi apapun dalam kehidupan kita selanjutnya.
Seperti kita ketahui, semua orang mempunyai visi dalam hidupnya. Masalahnya kita tidak tahu apakah visi tersebut ditindaklanjuti dengan membentuk misi-misi yang tepat? Ketika semua orang mempunyai cita-cita, ketika semua orang berusaha untuk meruntuhkan egoistis diri, ketika semua orang mulai menghancurkan argumen-argumen keakuannya, maka di situlah mulai tertata/terbentuk sebuah penyadaran diri yang harus segera ditangkap menjadi konsep-konsep penyadaran diri yang utuh. Seperti itukah yang dimaksudkan Rosandra melalui tokoh-tokohnya, Will dan Atan?
Will dan Atan sebagai tokoh-tokoh sentral dalam Misi Kuping Oranye menggambarkan betapa rumitnya seseorang dengan segala macam bentuk variasi kehidupannya. Will bisa saja gagal dengan misinya, tetapi siapa sangka justru dia dimenangkan oleh misi lain yang diskenariokan oleh Atan yaitu Misi Bocah Sariawan. Demikian pula implikasinya dalam keseharian, banyak kegagalan yang kita alami sebagai manusia sosial. Tetapi marilah kita mengingat kembali berapa banyak unsur tiba-tiba atau ketidaksengajaan yang justru dapat mengangkat diri kita sebagai makhluk sosial yang lebih bermartabat?
Dengan gaya bercanda, pengarang mampu mengeksploitasi nilai-nilai individualisme menjadi nilai sosial yang luar biasa. Coba saja kita lihat, bagaimana sikap Will dan Atan ketika harus menolong seorang Ibu yang akan melahirkan anakanya? Sudah jelas kita akan membayangkan betapa meraka akan ‘kocar-kacir’ dibuatnya. Tetapi sikap dewasa Atan ternyata mampu membuat semuanya menjadi lebih baik. Si Ibu tertolong, dan Will merasa menjadi gadis yang jauh lebih feminin dari sebelumnya.
Sebagaimana cerita-cerita pada umumnya, kita bisa menebaknya pasti Will dan Atanakan bersatu. Tetapi paling tidak kita bisa melihat dari sisi psikologis bukan hanya dari sisi alurnya. Memang alurnya sederhana sebagaimana layaknya sebuah cerpen. Konflik dan klimaknya pun terkesan biasa saja dan cenderung ditata dengan kesengajaan. Kesengajaan menata alur dalam proses kreatif cipta sastra adalah hal yang ‘lumrah’ terjadi. Semua pengarang fiksi pasti akan memuat banyak sekali kesengajaan untuk menciptakan alur. Alur yang ditata dengan sengaja merupakan wujud proses kretaif yang bermula/berdasar pada khayalan/imajinasi belaka. Akan berbeda jika yang ditulis merupakan kisah atau pengalaman baik langsung maupun tidak langsung dari pangarang. Lepas dari semua hal yang diuraikan di atas, ada banyak hal lain yang seharusnya menjadi titik tolak kita berpikir, yaitu betapa hebat Rosandra berkreasi, bagaimana dengan diri kita? Nah!
Ulasan cerpen Misi Kuping Oranye karya Rosandra
Oleh: Agus Harianto, M.Pd.
Pengalaman masa silam yang membentuk kepribadian seseorang kadang merupakan sebuah bentuk fatamorgana yang sulit sekali dihilangkan. Berbagai bentuk kenangan menyatu, tumpang tindih dengan permasalahan-permasalahan yang sangat kompleks menjadikan sulit sekali untuk memetakan fatamorgana tersebut. Dampak dari hal tersebut adalah betapa susah mewujudkan kembali fatamorgana menjadi sesuatu yang lebih realis dan lebih hidup. Apa yang kita rasakan pada masa silam kadang merupakan bentukan dari butir-butir cinta yang kian menghijau. Bisa saja di tengah perjalanan menjadi menguning dan tidak pernah membulirkan butir-butir realita dari cinta tersebut.
Misi Kuping Oranye yang ditulis dengan gaya realis dan sederhana cenderung membawa kita pada pengalaman diri sendiri di masa lampau. Gaya bahasa yang menarik, penuturan yang bersifat apa adanya dapat memicu kesemangatan untuk terus menkmati kepenasaran kita terhadap alur ceritanya. Memang terdapat beberapa gaya bahasa yang memerlukan eksploitasi otak kanan kita. Tetapi secara umum pengarang ingin mengajak kita pada kesederhanaan bercerita atau mungkin bercinta.
Lantas apa yang ingin disampaikan secara tersirat dalam kisah ini? Sudah pasti dan dengan mudah bisa kita tebak adalah kata “cinta”. Rosandra menyatakan betapa cinta itu adalah sebuah bentuk cita-cita. Untuk menggapainya diperlukan perjuangan yang serius. Tidak mungkin cita-cita tersebut bisa kita raih tanpa mengorbankan banyak hal. Tokoh utama sebagai simbol pengejawantahan perjuanngan bebar-benar total dalam memperjuangkan semuanya. Sebuah misi yang dia beri nama Misi Kuping Oranye ditatanya dengan perhitungan yang matang. Alhasil...dia tidak peduli dengan hasil akhirnya.
Apakah hal ini merupakan ekspresi gaya hidup yang memang harus senantiasa disesuaikan dengan tuntutan zaman? Tentu saja hal tersebut sangat bergantung pada kondisi psikologis tokoh atau justru pembaca. Kemudian apakah bisa kita kembalikan pada diri kita masing-masing sebagai unsur pengembangan kepribadian manusia? Berdasarkan hal itu sangat mungkin kita bisa melakukan negosiasi dengan diri sendiri bahwa masa lalu itu membentuk diri kita sendiri atau tidak. Ataukah masa lalu itu tidak memberikan konstribusi apapun dalam kehidupan kita selanjutnya.
Seperti kita ketahui, semua orang mempunyai visi dalam hidupnya. Masalahnya kita tidak tahu apakah visi tersebut ditindaklanjuti dengan membentuk misi-misi yang tepat? Ketika semua orang mempunyai cita-cita, ketika semua orang berusaha untuk meruntuhkan egoistis diri, ketika semua orang mulai menghancurkan argumen-argumen keakuannya, maka di situlah mulai tertata/terbentuk sebuah penyadaran diri yang harus segera ditangkap menjadi konsep-konsep penyadaran diri yang utuh. Seperti itukah yang dimaksudkan Rosandra melalui tokoh-tokohnya, Will dan Atan?
Will dan Atan sebagai tokoh-tokoh sentral dalam Misi Kuping Oranye menggambarkan betapa rumitnya seseorang dengan segala macam bentuk variasi kehidupannya. Will bisa saja gagal dengan misinya, tetapi siapa sangka justru dia dimenangkan oleh misi lain yang diskenariokan oleh Atan yaitu Misi Bocah Sariawan. Demikian pula implikasinya dalam keseharian, banyak kegagalan yang kita alami sebagai manusia sosial. Tetapi marilah kita mengingat kembali berapa banyak unsur tiba-tiba atau ketidaksengajaan yang justru dapat mengangkat diri kita sebagai makhluk sosial yang lebih bermartabat?
Dengan gaya bercanda, pengarang mampu mengeksploitasi nilai-nilai individualisme menjadi nilai sosial yang luar biasa. Coba saja kita lihat, bagaimana sikap Will dan Atan ketika harus menolong seorang Ibu yang akan melahirkan anakanya? Sudah jelas kita akan membayangkan betapa meraka akan ‘kocar-kacir’ dibuatnya. Tetapi sikap dewasa Atan ternyata mampu membuat semuanya menjadi lebih baik. Si Ibu tertolong, dan Will merasa menjadi gadis yang jauh lebih feminin dari sebelumnya.
Sebagaimana cerita-cerita pada umumnya, kita bisa menebaknya pasti Will dan Atanakan bersatu. Tetapi paling tidak kita bisa melihat dari sisi psikologis bukan hanya dari sisi alurnya. Memang alurnya sederhana sebagaimana layaknya sebuah cerpen. Konflik dan klimaknya pun terkesan biasa saja dan cenderung ditata dengan kesengajaan. Kesengajaan menata alur dalam proses kreatif cipta sastra adalah hal yang ‘lumrah’ terjadi. Semua pengarang fiksi pasti akan memuat banyak sekali kesengajaan untuk menciptakan alur. Alur yang ditata dengan sengaja merupakan wujud proses kretaif yang bermula/berdasar pada khayalan/imajinasi belaka. Akan berbeda jika yang ditulis merupakan kisah atau pengalaman baik langsung maupun tidak langsung dari pangarang. Lepas dari semua hal yang diuraikan di atas, ada banyak hal lain yang seharusnya menjadi titik tolak kita berpikir, yaitu betapa hebat Rosandra berkreasi, bagaimana dengan diri kita? Nah!
Sabtu, 12 November 2011
Ode Untuk Saudaraku
Untuk saudaraku yang baru kutemukan
Saudaraku
betapa lentera ini tersamar dalam pekat,
melata dalam lilitan senyap,
mendera setiap desah keletihan...
Saudaraku
betapa gundah ini menjadi duka dalam sepi,
merintih perih dalam jeritnya pilu,
menggelegak hampa meniti rindu
Saudaraku
ketika engkau datang,
ketika engkau merajut benang-benang sepi,
memudarkan senyap, meriaklah hampa
tercekatlah desah menjadi kata,
melahirkan desah menjadi untaian cerita.
Saudaraku
kini engkau ada dalam perjalanan
kini engkau harus meniti
meniti langkahmu karena jalanmu masih lama
di antara ada dan tiadanya imajinasi
engkau merindukan bintang, tapi hati-hatilah saudaraku..
karena yang datang bisa saja bukan bintang,
yang datang adalah gelombang angkara yang sangat menginginkanmu.
Saudaraku
sekarang adalah belasan tahun yang lalu
betapa indah hari ini
betapa rindu akan peluk dan indahnya tauhid
Betapa indahnya jika aku mampu mengucap bismillah
untuk saudaraku dalam perjalanan panjangmu.
Selamat berjuang saudaraku
Saudaraku
betapa lentera ini tersamar dalam pekat,
melata dalam lilitan senyap,
mendera setiap desah keletihan...
Saudaraku
betapa gundah ini menjadi duka dalam sepi,
merintih perih dalam jeritnya pilu,
menggelegak hampa meniti rindu
Saudaraku
ketika engkau datang,
ketika engkau merajut benang-benang sepi,
memudarkan senyap, meriaklah hampa
tercekatlah desah menjadi kata,
melahirkan desah menjadi untaian cerita.
Saudaraku
kini engkau ada dalam perjalanan
kini engkau harus meniti
meniti langkahmu karena jalanmu masih lama
di antara ada dan tiadanya imajinasi
engkau merindukan bintang, tapi hati-hatilah saudaraku..
karena yang datang bisa saja bukan bintang,
yang datang adalah gelombang angkara yang sangat menginginkanmu.
Saudaraku
sekarang adalah belasan tahun yang lalu
betapa indah hari ini
betapa rindu akan peluk dan indahnya tauhid
Betapa indahnya jika aku mampu mengucap bismillah
untuk saudaraku dalam perjalanan panjangmu.
Selamat berjuang saudaraku
Langganan:
Postingan (Atom)